Hal Penting Di Jurusan Sastra Yang Harus Kamu Tahu

Termasuk Deja Vu, Ini 10 Fenomena Aneh Pada Otak Yang Sulit Dijelaskan
November 20, 2017
HOLIDAY TEST PROGRAM 2- 29 December 2017
December 4, 2017

Hal Penting Di Jurusan Sastra Yang Harus Kamu Tahu

Sastra akan selalu ada selama ada bahasa. Mulai dari lisan sampai cerita bergambar pada era manusia belum mengenal huruf sampai klasik kontemporer, Ilmu Sastra menunjukkan bahwa terdapat berbagai cara dalam memainkan kata dengan tujuan menyenangkan, menghibur, dan mendidik.

Sastra Inggris yang menarik & paling terkenal, karena mencakup berbagai jenis aliran mulai dari novel kuno, puisi abad pertengahan, fiksi ilmiah, hingga dongeng. Jika kamu tertarik membaca berbagai tulisan & suka menulis, Jurusan Sastra cocok untukmu.

Waktu kuliah Sastra terbilang lebih sedikit daripada jurusan lainnya, jadi sangat penting untuk kamu termotivasi secara mandiri. Tetapi selain hadiri perkuliahan, tutorial, atau seminar, kamu juga harus membaca kurang lebih 2-3 buku tiap minggunya.

 

Di Sastra Belajar Apa Aja Sih?

Ini beberapa pelajaran yang kamu pelajari di Jurusan Sastra:

Film & Sastra.
Kelas ini mempelajari tentang karya sastra yang diangkat ke film atau sebaliknya, dan kita harus menganalisa serta membandingkan versi film dengan versi sastranya.

Pengkajian Cerita Detektif.
Mempelajari sejarah dan perkembangan cerita detektif. Mata kuliah ini cocok bagi kamu yang punya cita-cita mimpi jadi detektif, tapi cuma bisa jadi detektif di medsos alias kepoin orang hahaha.

Bahasa Asing (Spanyol, Italia, Jepang, Arab, dll).
Salah satu keuntungan anak Sastra tuh boleh ambil mata kuliah bahasa lain, jadi misal nih dari Sastra Inggris boleh kok ambil mata kuliah bahasa Italia, Spanyol, atau Jepang.

Romantic & Gothic.
Yang dipelajari adalah disini teknik tulisan populer, terutama cerpen. Kelas ini terkenal banget soalnya efektif mengasah kemampuan tulisan non-formal mahasiswa serta meningkatkan kreatifitasnya.

Multikulturalisme.
Belajar tentang betapa unik dan kayanya perbedaan budaya, kebiasaan, dan juga pola pikir manusia. Kita juga jadi belajar tentang stereotyping dan kenyataannya.

 

5 Stereotype Salah Tentang Jurusan Sastra

“Sastra Inggris untuk belajar Bahasa Inggris (dst)”.
Di Jurusan Sastra Inggris ini contohnya, semester pertama pun sudah harus menghadapi mata kuliah reading, writing, structure, listening, dan bahkan book report. Jadi kalau kamu tidak bisa Bahasa Inggris atau tidak tahu basic-nya sama sekali, kamu harus latihan sampai lancar saat masih di bangku sekolah ya!

“Skripsi di Jurusan Sastra menulis novel”.
Yang benar karya tulis, bukan novel. Skripsi anak sastra itu kebanyakan memang menganalisis novel. Tapi ada juga yang menganalisis puisi, drama, cerita pendek, atau bahkan film.

“Lulusnya pasti jadi sastrawan”.
Bagi mereka yang suka nulis, mereka bisa jadi penulis untuk buku, konten website, konten blog, dan lain sebagainya. Mereka juga bisa jadi editor untuk penerbit buku atau media. Memungkinkan juga untuk berkarier di bidang Public Relation.

“Hanya belajar literatur”.

Tidak selalu kok. Bahkan nih, di beberapa Universitas, kayak Sastra Inggris aja bakal dibagi ke sastra, linguistik, dan penerjemahan. Nah, yang emang mempelajari tentang literatur (novel, cerpen, drama, dll) ya mereka yang ambil di penjurusan sastra.

“Anak Sastra Jago terjemahin bahasa”.

Menterjemahkan dari teks bahas ainggris ke bahasa Indonesia itu tidak mudah, makanya sampai ada penjurusan khusus ke bidang penerjemahan. Memang sih, untuk anak jurusan sastra asing itu bisa membaca dan mengartikan sebuah teks bahasa asing ke bahasa Indonesia, tapi untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang bai kdan benar itu tidak mudah & tidak semua pasti bisa.

 

 

Prospek Karier Jurusan Sastra

Beberapa karier yang bisa kamu coba setelah lulus dari Jurusan Sastra:

Editor Bahasa.

Baik penerbit maupun media, keduanya membutuhkan editor bahasa. Mereka mematok syarat khusus untuk jabatan ini, yakni lulusan sastra.

Jurnalis.

Banyak jurnalis berlatar belakang sarjana sastra. Sebab, jurnalis berhubungan dengan hal tulis-menulis, tak jauh dari kuliah mahasiswa sastra yang mengedepankan aspek bacaan dan penulisan.

Copywriter.

Tugasmu adalah menulis naskah iklan untuk perusahaan, yang nanti akan disiarkan di berbagai media, baik media cetak, televisi, online, maupun radio.

Content Writer.

Tugasnya memang tak jauh-jauh dari copywriter. Bedanya, menjadi web content writer berarti menulis untuk laman internal, bukan untuk media yang akan menyiarkan iklan perusahaannya.

Kedutaan Besar.

Menguasai bahasa asing, minimal dua atau tiga bahasa asing, lancar menggunakannya untuk berkomunikasi, dan punya pengetahuan politik luar negeri yang baik, kamu punya kesempatan emas bekerja di kantor kedutaan.

 

Kampus Rekomendasi Untuk Jurusan Sastra

Universitas Indonesia (UI).

Tidak hanya Indonesia, Inggris, dan Jepang, kamu juga akan menemukan program studi Jawa, Belanda, Cina, Jerman, Perancis, hingga Rusia.

Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jurusan sastra yang bisa kamu pilih adalah Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Jepang, Sastra Nusantara, dan Sastra Perancis.

Universitas Diponegoro (UNDIP).

Ada tiga jurusan sastra yang bisa kamu pilih di UNDIP, yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Sastra Jepang. Jurusan Sastra Inggrisnya merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ada tujuh jurusan yang bisa kamu pilih, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Inggris, Arab, Jepang, Jerman, dan Perancis. Tahun lalu, UPI juga menambah program studi bahasa baru, yaitu Korea.

Universitas Sanata Dharma.

Meski berstatus swasta, kampus yang terletak di Yogyakarta ini memiliki Fakultas Sastra sendiri yang terdiri dari Jurusan Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Ilmu Sejarah. Jurusan Sastra Inggrisnya berturut-turut mengantongi akreditasi A (Sangat Baik), patut diperhitungkan bersama PTN lainnya.

Leave a Reply