Fase remaja dimulai sejak awal SMP dan terus berlanjut hingga akhir SMA. Untuk kamu yang berada pada fase tersebut pasti setuju kalau di masa ini teman adalah salah satu hal terpenting dalam hidup. Esksistensi kita di sekolah ataupun di lingkungan juga jadi prioritas hidup. Gimanapun caranya, kita perlu diterima dan diakui oleh teman. Terkadang, secara tidak sadar kita melakukan atau berpikir yang tidak sesuai dengan kepribadian kita, yang penting satu pendapat dan kompak dengan teman-teman. Pada taraf tertentu hal tersebut bukanlah masalah besar, dan masih dapat ditoleransi sepanjang masih dalam batas norma. Masa itu merupakan proses pencarian identitas dan cara untuk menemukan diri kamu yang sebenarnya.

Namun yang perlu dikhawatirkan adalah kalau salah satu keputusan penting dalam hidup kita, yang akan mempengaruhi masa depan kita, diambil Cuma gara-gara ikut-ikutan teman. Seperti jurusan kuliah misalnya. Pada setiap masanya ada jurusan-jurusan kuliah yang ngetrend, karena faktor tuntutan hidup di masyarakat. Misalkan saat ini kebutuhan masyarakat akan teknologi sedang memuncak, maka jurusan kuliah yang berhubungan dengan teknologi pun jadi salah satu tujuan favorit. Banyak calon mahasiswa memilih jurusan ini. Jika memang kita memilki keinginan, minat, dan bakat yang berhubungan dengan fakultas-fakultas teknologi dan sejenisnya, ikut mengambil keputusan berdasarkan keinginan khalayak ramai tidaklah masalah. Hanya saja, jika sebenarnya kita tidak memiliki kepribadian yang cocok, kemampuan akademis yang kurang mendukung untuk berkecimpung di area tersebut, mengapa kita harus rela mengikuti arus?

Memilih jurusan kuliah bukanlah keputusan yang bisa diambil begitu saja. Banyak pertimbangannya. Jurusan kuliah berhubungan dengan jenis pekerjaan dan karir yang akan kamu jalani di masa depan. Jika sudah berkecimpung dalam dunia pekerjaan, tentunya berhubungan pula dengan kesejahteraan hidup, baik itu materi maupun kepuasan batin. Jika kamu memilih jurusan yang tepat serta sesuai dengan potensi diri dan bakat kamu, tentunya kamu akan menikmati dunia pekerjaanmu, peluang karir yang semakin menanjak juga lebih besar, dan pastinya jika kamu happy dengan apa yang kamu lakukan, kualitas kerja mu akan baik. Dan akhirnya kualitas kerja yang baik itu membuahkan materi yang memuaskan pula. Namun jika sebaliknya, kamu memilih jurusan tanpa berpikir panjang, yang penting bisa bersama-sama teman-temanmu di kuliah tanpa memikirkan potensi diri mu…..bisa terbayang deh masa depan seperti apa yang akan kamu jalani nantinya.

So, ada waktu untuk bisa ikut dan loyal dengan teman-temanmu, tapi ada waktunya kamu juga perlu memikirkan diri mu sendiri dan mengambil langkah yang tepat, meskipun terkadang merasa tidak nyaman. Jurusan kuliah yang tepat untuk dirimu tidak akan membuat pertemananmu putus, atau dianggap ga keren. Akan ga keren nantinya kalau kamu menyesal dikemudian hari. Setiap orang memiliki potensinya masing-masing. Maka dari itu gali dan cari tau potensi kamu melaui tes bakat minat penjurusan, supaya masa depanmu happy.

Penulis:

Dinda Nocyandri.Mpsi.Psikolog

December 2, 2013

Korbankan Masa Depan Demi Ikut-ikutan Pilih Jurusan yang Lagi Ngetrend

Fase remaja dimulai sejak awal SMP dan terus berlanjut hingga akhir SMA. Untuk kamu yang berada pada fase tersebut pasti setuju kalau di masa ini teman […]
November 11, 2013

Cara Meyakinkan Diri dan Orangtua Mengenai jurusan yang Kamu Pilih

Sekarang ini banyak universitas yang sudah memulai pendaftaran, bahkan bagi kamu yang mau masuk jurusan Desain, arsitek atau yang sejenisnya sudah ada ujian saringan masuk. Lalu […]
October 1, 2013

Tentukan Jurusanmu Baru Tentukan Tujuanmu

Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Medan..ataupun Singapore, Malaysia, Australia, USA, Canada, England, Perancis, dsb. Pernahkah terpikir di benak mu bahwa pada saat kuliah nanti akan belajar […]
September 2, 2013

Penjurusan Di Kelas X: Terlalu Cepat?

Tahun 2013 ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Indonesia mencanangkan penjurusan di tingkat SMA akan dilakukan di tingkat X. Kelompok peminatan dibagi menjadi 3 kelompok […]