Apa yang terlintas di benak Milenial ketika mendengar kata beasiswa? Yang terbayang tentunya kesempatan berharga yang harus diperjuangkan. Namun, mengingat tidak mudah untuk mendapatkannya seringkali menyurutkan langkah Milenial untuk mengupayakannya.

Sebelum memutuskan mengajukan beasiswa, ada baiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu triknya agar permohonan disetujui. Hal ini berlaku baik untuk beasiswa demi mendapatkan gelar setingkat pasca sarjana maupun non gelar seperti program foreign exchange, fellowship, residentship, dan lain lain.

Menurut penuturan Ahmad Fuadi dalam Inspigo, untuk mendapatkan tidak hanya satu namun sembilan beasiswa baik degree maupun non degree seperti dirinya diperlukan niat dan motivasi yang kuat. Walaupun tinggal di pedalaman kampung Sumatera Barat, tidak menyurutkan langkahnya untuk menuntut ilmu hingga ke luar negeri.

Dukungan terbesar lainnya didapat dari keluarga besarnya. Salah satunya kiriman postcard tematik dari kerabat yang sudah terlebih dahulu mendapatkan beasiswa ke Swedia. Hal tersebut memberi inspirasi bagi Ahmad kecil, bahwa menuntut ilmu bisa sampai negeri yang jauh.

Lebih lanjut Penulis Novel Negeri Lima Menara ini juga menjelaskan langkah-langkah untuk mengajukan permohonan beasiswa.

Berikut kita simak penjelasannya:

Kapan sebaiknya mengajukan beasiswa?

Beasiswa non degree dapat diajukan jauh sebelum lulus kuliah. Bahkan sejak SMP dan SMA sudah bisa mengajukan exchange program. Kesempatan mendapatkan beasiswa terbuka hingga usia 60-70 tahun (post doctoral).

Sedangkan, bagi fresh graduate bisa mengajukan setelah bekerja minimal satu tahun untuk memperbesar kemungkinan permohonannya diterima.

Nilai saya pas-pasan, bisa tidak mendapatkan beasiswa?

Jawabannya, Bisa! Beasiswa tidak hanya terbatas dalam bidang akademis saja, namun juga dalam bidang non akademis/ profesional seperti atlet, penyanyi, atau artis.

Beasiswa banyak tersedia, sekarang bagaimana menguatkan niat sungguh-sungguh untuk belajar dan bekerja keras meraihnya. Karena, kesempatan akan lewat begitu saja kalau tidak bertindak dan memperbaiki pola pikir.

Langkah mengisi aplikasi beasiswa

Beasiswa sendiri terdiri dari 70% administrasi dan 30% wawancara. Persiapan sebelum mengambil beasiswa selain niat yang kuat, pola berfikir global, dan usaha yang sungguh-sungguh adalah menyiapkan administrasinya.

Beri waktu sekurangnya setahun untuk menyiapkan diri dan persyaratan lainnya. Seperti pengalaman kerja minimal setahun, meningkatkan nilai TOEFL, surat rekomendasi dari pihak yang berkompeten serta latihan mengisi formulir pendaftaran.

Isi formulir pendaftaran secara rinci dan logis. Buatlah esai singkat namun padat berisi visi dan misi mengajukan beasiswa. Formulir pendaftaran bisa juga dikatakan sebagai cover letter yang mencerminkan siapa dan sejauh mana keyakinan untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Apabila lolos screening pertama, langkah berikutnya akan dipanggil via email untuk wawancara. Sesi wawancara merupakan tahap yang menentukan disetujui atau tidak nya permohonan. Dalam sesi ini juri panel yang terdiri dari psikolog, alumni atau pihak terkait lainnya akan melihat gerak gerik pelamar dalam membawakan diri. Mereka mencocokkan data dalam formulir serta melihat kesiapan calon penerima beasiswa.

Tips menghadapi wawancara antara lain:

>> Menguasai hati

Mantapkan hati untuk mendapatkan hasil terbaik. Sehingga dapat menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa grogi.

>> Kuasai materi

Pastikan senang dan menguasai materi yang berkenaan dengan jurusan yang dipilih.

>> Be yourself

Menjadi diri sendiri serta bersikap natural lebih disukai daripada bersikap berlebihan.

>> Persiapan mental

Berlatihlah berbicara di depan orang lain boleh teman, keluarga, atau komunitas untuk meningkatkan percaya diri.

>> Kemampuan bahasa Inggris atau lainnya

Perbanyak kosa kata dengan membaca serta mengikuti kelas percakapan.

>> Istirahat yang cukup

Sebelum wawancara sebaiknya beristirahat, tidak begadang agar badan lebih fit.

>> Antusias

Bersikap antusias lebih baik daripada pasif. Mampu melakukan pembicaraan timbal balik sesuai konteks, namun tidak terlihat berlebihan.

>> Portofolio penunjang

Membawa portofolio hasil pekerjaan sebelumnya dapat membantu meningkatkan nilai di mata penguji.

Demikian tips mudah mendapatkan beasiswa. Inti mengambil beasiswa adalah untuk mencari pengalaman, meningkatkan keahlian demi mendapatkan karir yang lebih baik, melatih daya juang, melatih kemandirian, serta mendongkrak personal branding.

Pastikan Milenial menyiapkan diri dengan baik sebelum mengajukan permohonan beasiswa ya, good luck!

October 5, 2018

Tips Mudah Mendapat Beasiswa

Apa yang terlintas di benak Milenial ketika mendengar kata beasiswa? Yang terbayang tentunya kesempatan berharga yang harus diperjuangkan. Namun, mengingat tidak mudah untuk mendapatkannya seringkali menyurutkan […]
September 28, 2018

Ghostwriter, Profesi dengan Fee Menggiurkan

Seiring dengan berkembangnya dunia digital di Indonesia, semakin beragam pula profesi yang mengiringinya. Tidak hanya profesi yang berkaitan erat dengan bidang Informasi dan Teknologi (IT), profesi […]
September 21, 2018

Food Scientist, Profesi Idaman Masa Depan

  Industri makanan begitu berkembang dengan cepat. Rasa-rasanya hampir setiap hari kita menemukan varian makanan baru yang rasanya lezat. Kemasannya juga cantik, elegan, dan eye-catchy. Produk […]
September 19, 2018

Promo Surabaya

PERDANA di SURABAYA! Pertama kalinya Tes Bakat Indonesia mengadakan Tes Bakat Minat di Surabaya, 28 Oktober 2018 HAI WARGA SURABAYA DAN SEKITARNYA! Kabar baik bagi kalian, […]