Pasti banyak dari kita, khususnya orang tua yang memiliki anak yang beranjak dewasa alias remaja. Pada fase pertumbuhan ini, remaja cenderung egois dan manja karena dirinya memiliki pemikiran “I’m a grown up person, trust me and you have to understand me!” sehingga terkadang remaja lebih mengandalkan orang lain untuk memenuhi segala kewajiban dirinya. Contohnya, anak terbiasa untuk meninggalkan kamar dengan keadaan berantakan, saat Ia lupa akan barang pribadinya, Ia akan terus meminta bantuan orang lain atau bahkan menyalahi orang lain. Contoh lainnya adalah terbiasanya anak dengan servis-servis ekslusif di rumah seperti seragam sekolah yang disiapkan oleh ART, dan masih banyak lagi. Lalu, apa yang bisa Parents mulai terapkan demi mendidik anak menjadi pribadi yang lebih mandiri?

 

  1. Ajaklah bicara tentang kebebasan dan tanggung jawab

 

Anak pada fase remaja cenderung berpegang teguh pada prinsipnya sendiri, sehingga kita tidak bisa mengaturnya secara ketat dan teoritis. Berikan ruang pada dirinya untuk menentukan sendiri ritme kebiasaan harian, susunan jadwal dan rules akan barang miliknya sendiri sehingga mau tidak mau hal terkait adalah tanggung jawabnya dia sendiri. Contohnya, anak boleh menyusun arrangement kamar tidur sesuka hatinya, mengatur barang dan meja belajarnya sesuai keinginannya. Saat Ia lupa akan barangnya, itu menjadi tanggung jawabnya sendiri. Ingat, orang tua bukanlah asisten pribadi atau CCTV yang tahu segalanya. We have our pride.

 

  1. Jangan terlalu banyak melarang

 

Anak tidak boleh ini tidak boleh itu, atau keseringan mengatakan “Jangan” pada anak, adalah salah satu hal yang membuatnya bisa menjadi anak manja. Tentu saja, larangan ini membuat anak menjadi tidak pernah merasakan sensasi membuat keputusan sendiri. Ketika tidak bisa mengambil keputusan sendiri, bagaimana ia akan bertanggung jawab atas apa yang telah diputuskannya. Berikan ia kepercayaan, dan biarkan ia memutuskan sesuatu sendiri. Bagaimana jika Ia gagal? Maka dari situlah Ia akan belajar bagaimana cara bertanggung jawab dan kelak akan dengan pandai membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan pengalaman kegagalannya tersebut.

 

  1. Ajarkan anak untuk terbuka

 

Inilah salah satu kuncinya : Keterbukaan. Biasakan anak untuk bicara apa yang ingin atau tidak ingin dilakukannya. Biasakan menerima kritik dari anak, ketika ada hal menyangkut cara mendidik dan cara memimpin keluarga yang tidak di sukai. Ketika anak memprotes kemarahan orang tua, dengarkan dan jawablah protesnya dengan diskusi. Orang tua bukan lah raja, dan tidak semua pemikiran orang tua merupakan kebenaran mutlak. Beri anak ruang untuk berani dan mandiri dari segi berfikir. Dari situlah, kemandiriannya akan terpupuk oleh keterbukaan.

 

 

  1. Berikan contoh

 

Orang tua merupakan acuan, contoh atau role model paling signifikan untuk anak, karena keluarga adalah orang paling dekat dalam semasa hidupnya. Cara terbaik mengajarkan kemandirian adalah dengan memberi anak sebuah contoh. Be the first to show them how to do something. Contohnya, jika ingin mengajarkan anak untuk bangun pagi, bangunlah lebih pagi darinya. Dengan begitu, orangtua memiliki contoh yang tidak terbantahkan. Jangan sampai ketika kita meminta anak untuk melakukan suatu hal, orangtua nya sendiri masih tidak tanggung jawab dengan dirinya. Anak justru akan memberontak dan malah menstimulasi dirinya menjadi sosok yang arogan

 

  1. Membiasakan anak untuk berpikir positif

 

Jangan biasakan memerintah pada anak, biasakan anak untuk memiliki inisiatif sendiri. Bagaimana caranya? Ajarkan anak untuk memahami mengenai tanggung jawab atas barang miliknya. Misalnya, “Tia, boleh bermain tapi mama akan bangga kalau Tia bisa membereskannya lagi“ Beri anak kawan sumber sikap yang posistif untuk membentuk kepribadiannya yang mandiri.

 

 

Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi dan acuan kita semua demi terciptanya diri anak yang berkualitas ya.

August 1, 2019
Mendidik Anak Lebih Mandiri

Mendidik Anak Lebih Mandiri

Pasti banyak dari kita, khususnya orang tua yang memiliki anak yang beranjak dewasa alias remaja. Pada fase pertumbuhan ini, remaja cenderung egois dan manja karena dirinya […]
June 20, 2019
passion

Apakah Penting Passion Untuk Memilih Jurusan?

Jika kalian adalah lulusan SMA/SMK , pasti ada banyak kebingungan dan juga pertanyaan soal kemana kalian akan melanjutkan pendidikan di bidang perkuliahan? Atau kalian tidak mau […]