Tahu Passion itu PENTING!

Kalian Suka Angka? Pilih Aktuaria Aja
June 20, 2019
Menerawang lebih jauh : Salah Jurusan
June 28, 2019

Tahu Passion itu PENTING!

Bagi kalian yang sudah kelas 3 SMA, tidak akan terasa bahwa sebentar lagi kalian akan masuk dunia ke perkuliahan. Gimana? Bahagia, takut, ragu, khawatir? Sudah tahu mau masuk jurusan apa? Apakah kamu sudah yakin bahwa jurusan yang mau kamu ambil tepat? Apakah itu sudah sesuai dengan passionmu?
Salah satu masalah seseorang adalah ketika ia mengambil jurusan yang tidak sesuai dengan passionnya, istilah lainnya : salah jurusan!
Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita harus samakan persepsi dulu mengenai makna dari kata passion? Passion adalah hal-hal yang menjadi minat, dan tidak bosan bila harus dikerjakan bahkan setiap hari. Kita ikhlas mengesampingkan hal-hal lain, untuk memprioritaskan hal tersebut.
Setiap orang memiliki passion yang berbeda-beda. Kamu dengan teman sebangkumu, dengan adikmu, atau bahkan dengan saudara kembarmu pasti memiliki passion yang berbeda-beda. Sebab, passion dipengaruhi oleh berbagai aspek yang dihadapi seseorang sepanjang hidup mereka.
Oke, itu pengertian passion, sekarang apa pentingnya passion untuk memilih jurusan?
Pertanyaan bagus! Disaat kita memilih jurusan yang tidak kita sukai, kita tidak akan mengerahkan usaha yang maksimal untuk belajar serta mengerjakan berbagai tugas. Kita juga akan cepat merasa bosan dan jenuh. Bahkan, banyak yang menyerah ditengah jalan, alias keluar atau berpindah jurusan setelah beberapa semester awal. Tentu sangat merugikan dari segi waktu serta biaya yang dikeluarkan, bukan?
Pernahkah kalian berada di sebuah kelas yang membuatmu bosan dan tidak menangkap isi pelajaran? Mungkin karena itu bukan passionmu. Tetapi mungkin di pelajaran yang lain, kamu sangat antusias saat pelajaran itu dipaparkan, kamu dapat dengan mudah memahami disaat teman-teman yang lain kesulitan. Nah, mungkin itu adalah passionmu. Maka dari itu pentingnya mempertimbangkan passion dalam memilih jurusan.
Sebut saja, Luna dan Dedi. Mereka berdua mengambil jurusan Arsitektur. Luna memilih karena memang gemar mengamati berbagai bentuk bangunan, sedangkan Dedi memilih karena ‘diarahkan’ oleh orangtua. Ini menyebabkan perbedaan dalam usaha yang mereka berdua lakukan.
Luna selalu mendalami materi yang diajarkan, fokus dan memperhatikan setiap perkataan dosen, dia sangat cepat tanggap dan aktif dalam bertanya, dan ketika ujian selalu mendapat nilaI A. Hal tersebut berbanding terbaik dengan Dedi yang selalu malas-malasan. Akhirnya tentu sudah bisa sama-sama kita simpulkan.
Tentu kita tidak ingin menjadi seperti Dedi. Tetapi, bagaimana?
Dalam pembahasan kali ini akan membagikan 3 tips sederhana yang bisa kita lakukan. Pertama, merefleksikan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Coba list down 10 kelebihan dan 10 kekurangan diri kita, sertakan pula minat atau hal-hal yang kita gemari.
Kedua, menanyakan pendapat orang lain. Tanya pendapat guru, orangtua, atau teman yang sudah mengenalmu sejak lama. Biasanya, masukan dan pendapat orang lain dapat memperkaya pertimbangan untuk menemukan passion, serta jurusan kuliah.
Ketiga, dengan mengikuti tes bakat, untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai dirimu. Namun tetap saja, sangat sepenuhnya bergantung dan mengandalkan hasil tes tersebut, tetap sesuaikan dengan kenyataan dirimu yang kamu rasakan.
Bagi kamu yang belum menemukan passionmu, segera lakukan usaha untuk menemukannya. Jangan anggap remeh pentingnya passion dalam hidupmu. Sebab passion bukan hanya sebatas sampai menentukan jurusan kuliah, namun juga akan berpengaruh kepada kehidupan kita setelah kuliah. Sebab besar kemungkinan, pekerjaan yang akan kita geluti dekat kaitannya dengan jurusan kuliah kita. Jangan sampai, kita tertekan selama kuliah, dan tertekan lagi ketika masa kerja.
So, segera temukan dan pastikan passion kalian! Baru tentukan jurusan kuliah kalian berdasarkan passion tersebut! Jangan sampai kalian menyesal setelah menentukan.

Leave a Reply