Talent is Never Enough

I’m in Love
October 22, 2014
From No One to Someone
October 31, 2014

Talent is Never Enough

Pada sebuah obrolan melalui media sosial, seorang rekan memberitahukan kepada saya kalau belaiu sedang membaca buku yang berjudul “Talent is Never Enough”. Judul buku tersebut membuat saya teringat akan beberapa kasus dari klien-klien yang pernah saya tangani. Ada beberapa klien yang memiliki masalah serupa. Remaja yang kuliah di luar negeri, dengan taraf kecerdasan yang jauh di atas rata-rata. Namun ironisnya mereka tidak dapat meneruskan kuliahnya karena depresi. Telusur punya telusur, ternyata mereka hanya mengandalkan potensi mereka saja, “otak modal utama” kata mereka. Tapi mereka lupa bahwa talenta berupa kecerdasan tidaklah cukup jika ingin kuliah,apalagi di luar negeri dan tentunya. Mereka lupa 2 point penting, Talenta/potesi perlu dibarengi dengan karakter pribadi dan “passion” yang tinggi. Dalam proses belajar kita akan terbentur oleh masa-masa penuh kepenatan, bosan, tertekan, dan seterusnya. Belum lagi jika tinggal jauh dari tempat tinggal asal, ada tekanan untuk “survive” di daerah orang. Kecerdasan tidak bisa mengatasi semua itu. Namun jika kita berkarakter tidak mudah menyerah, mampu bekerja di bawah tekanan, dan rasa kesukaan yang besar terhadap bidang yang kita geluti, tentunya semangat akan selalu timbul.

Berhubungan dengan itu, saya juga teringat pada Presiden Indonesia ke 7, Joko Widodo. Bisa dikatakan ia adalah sosok presiden yang fenomenal, dicintai banyak orang. Terbukti pada saat pelantikannya, jutaan rakyat Idonesia bersuka cita, bahkan Joko Widodo mandapatkan penghargaan MURI. Salah satu stasiun televisi menjabarkan alasan-alasan rakyat mencitai Jokowi adalah, beliau memiliki karakter yang selalu optimis, menghadapi kritik dan cemoohan dengan rendah hati, murah senyum, dan pekerja keras, kerja pakai hati. Jika bicara tentang potensi, pastilah semua orang yang menjabat sebagai presiden memiliki potensi untuk memimpin Bangsa, namun yang membuat Jokowi berbeda adalah karakter pribadi serta “passion” yag luar biasa terhadap kemajuan bangsa Indonesia.

Saya rasa 2 contoh kasus di atas bisa meyakinkan kita untuk memiliki 3 hal jika ingin berhasil dalam hidup, yaitu 3P, Potential, Passion, Personality, atau bisa disebut juga talenta, minat, dan karakter.

Dinda Nocyandri,M.Psi.,Psikolog

Leave a Reply