- Setiap orang dikarunia bakat yang istimewa oleh Tuhan. Maka coba telaah diri anda, dimana letak bakat anda. Misalkan berbakat mengatur keuangan organisai, berbakat dalam hal menulis naskah. Ruang lingkup bakat sangat luas, jadi jangan terpatri dengan hal-hal yang berkaitan dengan pelajaran sekolah saja.
- Adakah kegiatan yang membuat anda sangat tertarik sehingga dapat mengesampingkan hal lain? Jika anda, bisa jadi itu ah minat anda. Jika anda sudah menyadarinya, catatlah. Namun yang perlu diperhatikan, apakah minat itu bersifat konsisten atau hanya karena pengaruh orang lain?
- Coba amati raport, minimal 3 tahun ke belakang, nilai mata pelajaran apakah yang lebih tinggi dari yang lain, atau yang nilainya beberapa poin di atas KKM. Setelah diamati, coba lihat, masuk dalam kelompok IPA/IPS kah mata pelajaran tersebut?
- Point keempat ini yang perlu dicamkan. Tidak ada jurusan yang lebih baik dari yang lain. Banyak siswa yang mengira bahwa IPA lebih bergengsi, jika bisa masuk IPA pasti lebih pandai dari yagn masuk IPS. Jurusan IPA bisa lebih bebas memilih fakultas di universitas nanti. Semua itu adalah pandangan yang keliru. IPA dan IPS ataupun jurusan lain seperti Bahasa hanyalah perbedaan cara berpikir. Otak setiap manusia punya keunggulan di bidang masing-masing. Ada yang fungsi operasional numeriknya lebih baik daripada analisa bahasanya. Ada kemampuan fungsi daya bayang 3 dimensinya tidak sebagus kemampuan menghafalnya. Jadi jangan terpaku dengan image semata dalam mempertimbangkan jurusan.